British Summer Time

Musim dingin belum juga berakhir, angin masih menderu-debu dan gw udah ngelindur tentang summer.. Oh my, gw rindu kehangatan matahari.

Jadi ya, di akhir Februari yang dingin ini, matahari sudah nongol dong mulai jam tujuh-an. Yang tadinya tiap nganterin Aro berangkat sekolah sekitar jam 9 masih gelap layaknya jam 6 pagi, eh, sekarang ini sinar mentari udah crong gitu.

Dan kemarin gw dikasih tau Mas Suami kalo British Summer Time (BST) tahun ini akan dimulai tanggal 29 Maret 2015 dan berakhir tanggal 25 Oktober 2015. Nah, apa pula ini?

Gini lho, di negara empat musim seperti UK ini, memasuki musim semi, maka matahari akan lebih lama dan lebih gasik nongol setiap harinya daripada ketika musim dingin.Β Dan ketika warga UK tetap memakai acuan waktu GMT (Greenwich Mean Time) dimana matahari sudah terang menyinari bumi belahan utara, namun jam dinding masih menunjukkan waktu yang terlalu gasik buat beraktifitas, banyak orang tersugesti untuk males-malesan atau bobo pagi di rumah.

Jadi BST ini digunakan pemerintah Inggris untuk membuat penduduknya bangun lebih pagi, dengan melakukan penyesuaian waktu satu jam lebih awal dari GMT.

Penyesuaian waktu ini diberlakukan di Inggris mulai tahun 1916, beberapa minggu setelah Jerman meresmikan Daylight Saving Time (Central European Summer Time).

Pencetus ide tentang “daylight saving time” di Inggris berasal dari Mr. William Willet, seorang penduduk Inggris yang suka berkuda dipagi hari dan menyadari betapa orang-orang telah melewatkan banyak waktunya dengan telat bangun karena jam menunjukkan waktu yang masih pagi.

Pada tahun 1907, dengan dana pribadinya, beliau membuat pamflet tentang “The Waste of Daylight” yang menyerukan ide tentang bangun lebih pagi dengan penyesuaian waktu di seluruh pelosok negeri Inggris. Dan pada waktu itu, ide nyeleneh Mr. Willet langsung ditolak ama pemerintah Inggris dong.

Setelah itu, selama sisa hidupnya, Mr. Willet tak kenal lelah memperjuangkan skema penyesuaian-waktu-summer-nya. Beliau meninggal pada tahun 1915 dan idenya tentang penyesuaian waktu di musim panas tetap ditolak.

Setahun setelah kepergiannya, akhirnya pemerintah Inggris menerima ide penyesuaian waktu tersebut dengan lolosnya The Summer Time Act of 1916 di tangan perlemen Inggris.

Alasannya karena waktu itu berlangsung World War I antara Inggris dan Jerman, dan semua kemungkinan yang menyangkut tentang penghematan energi serta pemanfaatan tenaga kerja akan dilaksanakan.

Landasannya adalah, teori bahwa dengan digesernya waktu lebih awal maka jam kerja akan lebih awal dimulai serta penggunaan lampu dan energi domestik akan lebih sedikit digunakan karena orang sudah mulai beraktifitas di luar rumah.

Proses penyesuaian waktu tersebut mempunyai kisah yang panjang, mulai dari kesulitan untuk menyesuaikan mekanika rumit sebuah jam (ketika itu jam merupakan teknologi yang melibatkan banyak mur dan sekrup), sampai dengan tiga tahun eksperimen Pemerintah Inggris (1968-1971) untuk menyesuaikan waktu Inggris lebih awal satu jam dari GMT sepanjang tahun, termasuk ketika winter berlangsung.

Oiya, BST ini memang berlangsung hanya ketika summer dan autumn. Ketika memasuki musim dingin, maka waktu akan mengikuti GMT lagi. Jadi dalam satu tahun, ada hari dimana waktu berlangsung selama 23 jam, yaitu ketika BST dimulai ( hari Minggu terakhir pada bulan Maret) dan hari dimana waktu berlangsung selama 25 jam, yaitu ketika waktu mengikuti GMT lagi (hari Minggu terakhir pada bulan Oktober).

Saat ini, “daylight saving time” diberlakukan oleh sebagian besar negara di sisi utara dan selatan garis khatulistiwa. Walaupun sudah lebih dari 100 tahun dijalankan, namun penyesuaian waktu ini memang masih menjadi perdebatan. Tentu saja karena ada pihak yang merasa dirugikan atau diuntungkan dengan adanya penyesuaian waktu ini.

Buat gw, memang BST ini agak merugikan, karena eh karena, gw harus bangun lebih pagi buat siap-siap nganterin bocah sekolah 😁😁. Padahal ya, males bangun pagi ini pantang kalo buat orang Indonesia. Ora elok.

Yah, mungkin Mr. Willet ini menggebu-gebu memperjuangkan daylight saving ini karena beliau sudah tahu pepatah “kalo lu bangun siang, rejeki lu bisa habis dipatok ayam”.

***

Rasulullah SAW bersabda : β€œBangunlah pagi hari untuk mencari rezeki dan kebutuhan-kebutuhanmu. Sesungguhnya pada pagi hari terdapat barokah dan keberuntungan.”

(HR. Ath-Thabrani dan Al Bazzar)

IMG_20150227_214400

29 thoughts on “British Summer Time

    • Padahal cuma maju se-jam dari daily schedule, tapi impactnya kemana2 ya. Merugikan krn mungkin orang masih jetlag ama DST jadi produktivitasnya malah turun.
      Bwahaha, mungkin dulu di Parlemen Inggris ini ada yg orang Jawa, makanya DST ini ditolak mulu, bener katamu Tje, mungkin krn beliau takut bingung ama primbonnya. Etapi, sampe sekarang ini juga masih jadi perdebatan kok.

  1. iya ya, aku dari dulu ga pernah ngerti loh, knp mesti ada daylight saving time. toh lampu di rumah jg tak akan dinyalakan kalau sudah terang benderang, meski masih jam 5. entahlah, apa yg jd pertimbangannya. tp kyknya kok ga ngefek ya dgn hemat energi. itu yg kurasakan sih, sbg emak2 yg tinggal di rumah aja.

  2. Ini adalah artikel yang sangat berarti bagi saya guna menjelaskan materi IPA kepada murid-murid saya. Terima kasih Mbak atas postingannya. Sukses selalu di negeri para raja πŸ™‚

      • Cukup rinci kok Mbak. Dulu waktu masih sekolah saya pernah mendengar tentang topik ini dari guru Geografi, tapi saya sempat lupa. Sekarang jadi ingat lagi penjelasan beliau berkat membaca tulisan Mbak. Kebetulan siswa-siswi bimbingan saya sedang mempelajari tema pembagian waktu di permukaan bumi dalam persiapan menghadapi olimpiade sains di tingkat provinsi.

        Amin. Terima kasih juga atas doanya Mbak.

      • Semoga muridnya menang Olimpiade Sainsnya ya!
        Saran nih, bocah disuruh belajar yg kira2 nantinya berguna buat hidup aja Mas, sesuai kemampuan dan interestnya juga. Jaman sy sekolah dulu suka kesel ama pelajaran yg sampe skrg jg gak sy gunakan, hehe..

      • Alhamdulillah 3 hari yang lalu 6 orang murid bimbingan saya berhasil memborong semua peringkat juara olimpiade tingkat kabupaten (3 orang IPA & 3 orang Matematika). Sekarang mereka sedang mempersiapkan diri untuk olimpiade tingkat provinsi. Terima kasih atas doa dan supportnya ya Mbak. Pasti akan saya terapkan kepada anak-anak agar ilmu yang saya sampaikan berguna bagi mereka sepanjang hidupnya. πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.