Broughty Ferry

Suatu siang yang dingin di bulan Februari, kami sekeluarga memaksakan diri untuk keluar rumah. Demi mengunjungi sebuah daerah pantai di kota Dundee bernama Broughty Ferry.  Daerah ini terletak agak jauh dari City Center kota Dundee. Untuk menuju kesana, kami sekeluarga harus menumpang bus nomor X5 dari City Center dengan biaya £7 untuk tiket Family Day Saver.

Sampai di halte bus Forthill Rd, kami turun dari bus dan melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki menyusuri bangunan-bangunan putih khas kota pantai. Sebenarnya Broughty Ferry ini bukan pantai pinggir laut seperti yang gw lihat selama di Indonesia, hanya pinggir Tay River saja, tapi tetap dilengkapi pasir halus nan bersih dan bebatuan kali yang beraneka warna. Aroma udaranya pun aroma laut yang asin namun menyegarkan.

Melihat kilauan air dari kejauhan bikin para bocil berlari gak sabar pingin keceh. Walaupun dinginnya angin cukup menggigit, gak bikin mereka keder. Sesampainya di pinggir pantai berbatu, mereka penasaran menyentuh air sungai, dan cuma bisa nyengir kedinginan. Menyerah dengan air sedingin es, bocil mulai mengalihkan pandangan kepada objek lainnya. Batu kali yang ada di pinggir sungai pun dikorek-korek, dipilih, dan akhirnya dilempar ke arah sungai. Berdua seneng banget adu lempar batu paling jauh.

Sementara bocil sibuk dengan permainan yang mereka ciptakan sendiri, gw hanya mengawasi dan iseng merhatiin bentuk batu kali yang unik. Gw inget, beberapa temen di Indonesia yang masih kena demam batu akik. Dan secara acak gw ambil beberapa batu sebagai kenang-kenangan akan tempat ini. Duo bocil yang ngliat ibunya sibuk milih batu pun ikutan penasaran dan iseng mengambil bebatuan yang mereka anggap menarik. Kantong jaket kami sampe berat menampung sekitar sepuluh batu kali yang akhirnya diseleksi lagi menjadi sekitar lima biji saja untuk kami bawa.

Bagian pantai selanjutnya berbentuk dermaga kecil tempat club yacht mengaitkan kapal kecil mereka di tepi sungai. Tak jauh dari situ, sekumpulan seagulf dan angsa putih dengan cantiknya berkumpul menghiasi pantai. Sayang sekali kami nggak bawa roti untuk memberi makan mereka😖.

DSCF9227

Bagai Swan Lake

DSCF9230

Angsanya jinak lho

DSCF9237

Odet

Seneng banget pas ngliat ada mbak-mbak dikerubuti seagulf dan angsa-angsa jinak ini karena mengacung-acungkan roti. Jumlah seagulfnya bisa jadi puluhan, mereka antusias menyambar roti itu dari tangan si mbak. Pemandangan itu bikin bocil bolak-balik ngajak ke Broughtyferry lagi kalo liat persediaan roti di dapur.

Broughty Ferry

Sore bersama Ayah

Melanjutkan perjalanan sore itu, kami menuju taman bermain yang terletak di depan Broughtyferry Castle. Playground yang cukup lengkap dengan fasilitas bermain serta tetap ramai dikunjungi anak-anak walaupun udara masih dingin. Puas bermain dengan bocah, kami bergerak menuju pantai berpasir. Berbagai macam bentuk kerang dan keong kami kumpulkan untuk disusun membentuk gambar iseng. Setelah itu, kami pun lomba lari di atas pasir yang tentu terasa berat buat anak-anak. Haha, mereka sampe ngos-ngosan berusaha mengejar Ayahnya yang berlari lebih cepat.

Matahari bergerak lambat ke arah barat, tenggelam di telan cakrawala Tay River. Di bawah sinar lembayung senja, kami menunggu bus X5 membawa kami kembali menuju City Center. Ahh, semoga kenangan manis ini akan selalu menjadi penghangat cerita kehidupan kami kelak. Amin.

19 thoughts on “Broughty Ferry

    • Aku tadinya juga takut Dita, tapi penasaran moto dr deket. Eh, ternyata tu white swan gak nyosor blas. Mungkin saking familiar ama manusia, atw gak ada pengalaman buruk ama manusia Dit..hehe

      • Angsa Indonesia agresif ya Mbak, hahaha. Iya Mbak 😥 tapi gak cuma takut sama angsa, sama byk hewan aku takut haha *emangdasarpenakut

      • Angsanya cowok Cha, makanya ngejar Icha yang cantik.😘. Hehehe, di Dundee banyak binatang lho Cha, dr burung, tupai, angsa, bebek yang hidup liar dan bebas sampe anjing, kucing yg harus ada pemiliknya.

    • Iyaa Koh, walopun cuma jalan ke tempat yg simple tapi barengan ma keluarga itu sesuatu banget..
      Harus niru Koh Arman yg sering jalan bareng gitu deh.

  1. Pantai di Britania Raya itu selalu membuat saya penasaran, Mbak. Apalagi pantai di daerah utara yang terkenal berangin, di sana pasti sensasi pantainya beda banget ketimbang pantai daerah tropik yang ada di negara kita :hehe. Beda saja, dan meski agak suram, kesannya mistis, di pantai yang mendung, gelap, berangin, dengan ombak kencang menampar karang… *mendadak puitis*.

    • Kebanyakan baca novel nih, hihi..
      Tapi bener Ga, mendung, berangin, tapi kebetulan ombaknya di Scotland gak kenceng. Masih lebih kenceng Parangtritis malah. Masih ada satu pantai lagi yang mo kuposting, St. Andrews, tempat Mbak Kate dan Mas Willi ketemu nih..

      • Iya Mbak, saya membayangkan pantai utara Inggris itu keren banget ombak dan awan mendungnya :hehe. Belum pernah ke Parangtritis sayanya :huhu, jadi belum bisa membandingkan :haha.
        Wowowo, sip, ditunggu!! Cuma saya bacanya nyicil jadi komentarnya mungkin agak lama Mbak, maapkeun yak :hehe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.